Minggu, 12 Oktober 2014

Ethical Governance

1.         Governance System
Corporate governance sebagai suatu sistem membutuhkan berbagai perangkat, seperti struktur governance (governing body and management appointment) yang diikuti dengan kejelasan aturan main (definition of rolesand powers serta code of conducts) dalam suatu bentuk mekanaisme (governance mechanisms) yang dapat dipertanggung jawabkan. Pada prinsipnya hal ini dibutuhkan untuk menjamin terjaganya kepentingan berbagai pihak yang berhubungan dengan perusahaan, sehingga dengan berjalannya mekanisme ini, diharapkan dapat menghasilkan dampak lanjutan yang positif terhadap perkembangan perekonomian suatu Negara untuk tercapainya kemakmuran masyarakat (the wealth of nation) seperti kondisi sebagaimana yang dimaksud oleh Adam Smith.
Dalam praktiknya ada beberapa jenis system corporate governance yang berkembang di berbagai negara. Ini mencerminkan adanya perbedaan tradisi budaya, kerangka hukum, praktik bisnis, kebijakan, dan lingkungan ekonomik institusional dimana sistem-sistem corporate governance yang berbeda-beda itu berkembang. Setiap sistem memiliki kekuatan dan kelemahannya masing-masing, dan berbagai usaha telah dilakukan untuk mendalami faktor-faktor apa yang membuat suatu system corporate governance efektif dan dalam kondisi seperti apa, dengan tujuan agar negara-negara yang saat ini sedang dalam transisi dari perekonomian komando menuju perekonomian pasar dapat memiliki panduan yang memadai. Pembahasan mengenai berbagai system corporate governance didominasi oleh dua isu penting :
1.   apakah perusahaan harus dikelola dengan single-board system atau two-board system.
2.    apakah paraanggota Dewan (Dewan Komisaris dan Direksi) sebaiknya terdiri atas para outsiders atau lebih terkonsentrasi pada insiders termasuk misalnya, sejumlah kecil institusi finansial yang memberi pinjaman kepada perusahaan, perusahaan lain yang memiliki hubungan perdagangan dengan suatuperusahaan, karyawan, manajer dan lain lain.

2.         Budaya Etika
Corporate culture(budaya perusahaan) merupakan konsep yang berkembang dari ilmu manajemen serta psikologi industri dan organisasi. Bidang-bidang ilmu tersebut mencoba lebih dalam mengupas penggunaan konsep-konsep budaya dalam ilmu manajemen dan organisasi dengan tujuan meningkatkan kinerja organisasi, yang dalam hal ini, adalah organisasi yang berbentuk perusahaan.
Djokosantoso Moeljono mendefinisikan corporate culture sebagai suatu sistem nilai yang diyakini oleh semua anggota organisasi dan yang dipelajari, diterapkan, serta dikembangkan secara berkesinambungan, berfungsi sebagai sistem perekat, dan dijadikan acuan berperilaku dalam organsisasi untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.
Kalau dikaji secara lebih mendalam, menurut Martin Hann, ada 10(sepuluh) parameter budaya perusahaan yang baik :
1. Pride of the organization
2. Orientation towards (top) achievements
3. Teamwork and communication
4. Supervision and leadership
5. Profit orientation and cost awareness
6. Employee relationships
7. Client and consumer relations
8. Honesty and safety
9. Education and development
 10. Innovation

3.         Mengembangkan Struktur Etika Korporasi
Semangat untuk mewujudkan Good Corporate Governance memang telah dimulai di Indonesia, baik di kalangan akademisi maupun praktisi baik di sektor swasta maupun pemerintah. Berbagai perangkat pendukung terbentuknya suatu organisasi yang memiliki tata kelola yang baik sudah di stimulasi oleh Pemerintah melalui UU Perseroan, UU Perbankan, UU Pasar Modal, Standar Akuntansi, Komite Pemantau Persaingan Usaha, Komite Corporate Governance, dan sebagainya yang pada prinsipnya adalah membuat suatu aturan agar tujuan perusahaan dapat dicapai melalui suatu mekanisme tata kelola secara baik oleh jajaran dewan komisaris, dewan direksi dan tim manajemennya.
Pembentukan beberapa perangkat struktural perusahaan seperti komisaris independen, komite audit, komite remunerasi, komite risiko, dan sekretaris perusahaan adalah langkah yang tepat untuk meningkatkan efektivitas "Board Governance".
Dengan adanya kewajiban perusahaan untuk membentuk komite audit, maka dewan komisaris dapat secara maksimal melakukan pengendalian dan pengarahan kepada dewan direksi untuk bekerja sesuai dengan tujuan organisasi. Sementara itu, sekretaris perusahaan merupakan struktur pembantu dewan direksi untuk menyikapi berbagai tuntutan atau harapan dari berbagai pihak eksternal perusahaan seperti investor agar supaya pencapaian tujuan perusahaan tidak terganggu baik dalam perspektif waktu pencapaian tujuan ataupun kualitas target yang ingin dicapai. Meskipun belum maksimal, Uji Kelayakan dan Kemampuan (fit and proper test) yang dilakukan oleh pemerintah untuk memilih top pimpinan suatu perusahaan BUMN adalah bagian yang tak terpisahkan dari kebutuhan untuk membangun "Board Governance" yang baik sehingga implementasi Good Corporate Governance akan menjadi lebih mudah dan cepat.

4.         Kode Perilaku Korporasi dan Evaluasi Terhadap Kode Perilaku Korporasi (Corporate Code Of Conduct)
Code of Conduct adalah pedoman internal perusahaan yang berisikan Sistem Nilai, Etika Bisnis, Etika Kerja, Komitmen, serta penegakan terhadap peraturan-peraturan perusahaan bagi individu dalam menjalankan bisnis, dan aktivitas lainnya serta berinteraksi dengan stakeholders. Salah satu contoh perusahaan yang menerapkan kode perilaku korporasi (corporate code of conduct) adalah sebagai berikut :
PT. NINDYA KARYA (Persero) telah membentuk tim penerapan Good Corporate Governance pada tanggal 5 Februari 2005, melalui Tahapan Kegiatan sebagai berikut :
Sosialisasi dan Workshop. Kegiatan sosialisasi terutama untuk para pejabat telah dilaksanakan dengan harapan bahwa seluruh karyawan PT NINDYA KARYA (Persero) mengetahui & menyadari tentang adanya ketentuan yang mengatur kegiatan pada level Manajemen keatas berdasarkan dokumen yang telah didistribusikan, baik di Kantor Pusat, Divisi maupun ke seluruh Wilayah.
Melakukan evaluasi tahap awal (Diagnostic Assessment) dan penyusunan pedoman-pedoman. Pedoman Good Corporate Governance disusun dengan bimbingan dari Tim BPKP dan telah diresmikan pada tanggal 30 Mei 2005. Adapun Prinsip-prinsip Good Corporate Governance di PT NINDYA KARYA (Persero) adalah sebagai berikut :
·         Pengambilan Keputusan bersumber dari budaya perusahaan, etika, nilai, sistem, tata kerja korporat, kebijakan dan struktur organisasi.
·         Mendorong untuk pengembangan perusahaan, pengelolaan sumber daya secara efektif dan efisien.
·         Mendorong dan mendukung pertanggungjawaban perusahaan kepada pemegang saham dan stake holder lainnya.

5.         EVALUASI TERHADAP KODE PERILAKU KORPORASI
Melakukan evaluasi tahap awal (Diagnostic Assessment) dan penyusunan pedoman-pedoman. Pedoman Good Corporate Governance disusun dengan bimbingan dari Tim BPKP dan telah diresmikan pada tanggal 30 Mei 2005.

Nama : Wahyu Rahmadi
NPM : 27211338
Kelas : 4EB08

Perilaku Etika dalam Bisnis

1.   LINGKUNGAN BISNIS YANG MEMPENGARUHI PERILAKU ETIKA
        Tujuan dari sebuah bisnis kecil adalah untuk tumbuh dan menghasilkan uang.Untuk melakukan itu, penting bahwa semua karyawan di papan dan bahwa kinerja mereka dan perilaku berkontribusi pada kesuksesan perusahaan.Perilaku karyawan, bagaimanapun, dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal di luar bisnis.Pemilik usaha kecil perlu menyadari faktor-faktor dan untuk melihat perubahan perilaku karyawan yang dapat sinyal masalah.
A.Budaya Organisasi
       Keseluruhan budaya perusahaan dampak bagaimana karyawan melakukan diri dengan rekan kerja, pelanggan dan pemasok. Lebih dari sekedar lingkungan kerja, budaya organisasi mencakup sikap manajemen terhadap karyawan, rencana pertumbuhan perusahaan dan otonomi / pemberdayaan yang diberikan kepada karyawan. "Nada di atas" sering digunakan untuk menggambarkan budaya organisasi perusahaan. Nada positif dapat membantu karyawan menjadi lebih produktif dan bahagia. Sebuah nada negatif dapat menyebabkan ketidakpuasan karyawan, absen dan bahkan pencurian atau vandalisme.
       B.Ekonomi Lokal
       Melihat seorang karyawan dari pekerjaannya dipengaruhi oleh keadaan perekonomian setempat. Jika pekerjaan yang banyak dan ekonomi booming, karyawan secara keseluruhan lebih bahagia dan perilaku mereka dan kinerja cermin itu. Di sisi lain, saat-saat yang sulit dan pengangguran yang tinggi, karyawan dapat menjadi takut dan cemas tentang memegang pekerjaan mereka.Kecemasan ini mengarah pada kinerja yang lebih rendah dan penyimpangan dalam penilaian. Dalam beberapa karyawan, bagaimanapun, rasa takut kehilangan pekerjaan dapat menjadi faktor pendorong untuk melakukan yang lebih baik.
       C.Reputasi Perusahaan dalam Komunitas
       Persepsi karyawan tentang bagaimana perusahaan mereka dilihat oleh masyarakat lokal dapat mempengaruhi perilaku. Jika seorang karyawan menyadari bahwa perusahaannya dianggap curang atau murah, tindakannya mungkin juga seperti itu. Ini adalah kasus hidup sampai harapan. Namun, jika perusahaan dipandang sebagai pilar masyarakat dengan banyak goodwill, karyawan lebih cenderung untuk menunjukkan perilaku serupa karena pelanggan dan pemasok berharap bahwa dari mereka.
       D. Persaingan di Industri
       Tingkat daya saing dalam suatu industri dapat berdampak etika dari kedua manajemen dan karyawan, terutama dalam situasi di mana kompensasi didasarkan pada pendapatan. Dalam lingkungan yang sangat kompetitif, perilaku etis terhadap pelanggan dan pemasok dapat menyelinap ke bawah sebagai karyawan berebut untuk membawa lebih banyak pekerjaan. Dalam industri yang stabil di mana menarik pelanggan baru tidak masalah, karyawan tidak termotivasi untuk meletakkan etika internal mereka menyisihkan untuk mengejar uang.

2. KESALING KETERGANTUNGAN ANTARA BISNIS DAN MASYARAKAT
Mungkin ada sebagian masyarakat yang belum mengenali apa itu etika dalam
berbisnis. Bisa jadi masyarakat beranggapan bahwa berbisnis tidak perlu menggunakan etika, karena urusan etika hanya berlaku di masyarakat yang memiliki kultur budaya yang kuat. Ataupun etika hanya menjadi wilayah pribadi seseorang. Tetapi pada kenyataannya etika tetap saja masih berlaku dan banyak diterapkan di masyarakat itu sendiri. Bagaimana dengan di lingkungan perusahaan? Perusahaan juga sebuah organisasi yang memiliki struktur yang cukup jelas dalam pengelolaannya. Ada banyak interaksi antar pribadi maupun institusi yang terlibat di dalamnya. Dengan begitu kecenderungan untuk terjadinya konflik dan terbukanya penyelewengan sangat mungkin terjadi. Baik dalam tataran manajemen ataupun personal dalam setiap team maupun hubungan perusahaan dengan lingkungan sekitar. Untuk itu etika ternyata diperlukan sebagai kontrol akan kebijakan, demi kepentingan perusahaan itu sendiri Oleh karena itu kewajiban perusahaan adalah mengejar berbagai sasaran jangka panjang yang baik bagi masyarakat
Dua pandangan tanggung jawab sosial :

1. Pandangan klasik : tanggung jawab sosial adalah bahwa tanggung jawab sosial manajemen hanyalah memaksimalkan laba (profit oriented)
Pada pandangan ini manajer mempunyai kewajiban menjalankan bisnis sesuai dengan kepentingan terbesar pemilik saham karena kepentingan pemilik saham adalah tujuan utama perusahaan.

2. Pandangan sosial ekonomi : bahwa tanggung jawab sosial manajemen bukan sekedar menghasilkan laba, tetapi juga mencakup melindungi dan meningkatkan kesejahteraan sosial
Pada pandangan ini berpendapat bahwa perusahaan bukan intitas independent yang bertanggung jawab hanya terhadap pemegang saham, tetapi juga terhadap masyarakat.
Perilaku bisnis terhadap etika
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain ialah :
1. Pengendalian diri
2. Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility)
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4. Menciptakan persaingan yang sehat
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati

    3.   KEPEDULIAN PELAKU BISNIS TERHADAP ETIKA
Korupsi, kolusi, dan nepotisme yang semakin meluas di masyarakat yang sebelumnya hanya di tingkat pusat dan sekarang meluas 4 sampai ke daerah-daerah, dan meminjam istilah guru bangsa yakni Gus Dur, korupsi yang sebelumnya di bawah meja, sekarang sampai ke meja-mejanya dikorupsi adalah bentuk moral hazard di kalangan ekit politik dan elit birokrasi. Hal ini mengindikasikan bahwa di sebagian masyarakat kita telah terjadi krisis moral dengan menghalalkan segala mecam cara untuk mencapai tujuan, baik tujuan individu memperkaya diri sendiri maupun tujuan kelompok untuk eksistensi keberlanjutan kelompok.
Terapi ini semua adalah pemahaman, implementasi dan investasi etika dan nilai-nilai moral bagi para pelaku bisnis dan para elit politik. Dalam kaitan dengan etika bisnis, terutama bisnis berbasis syariah, pemahaman para pelaku usaha terhadap ekonomi syariah selama ini masih cenderung pada sisi "emosional" saja dan terkadang mengkesampingkan konteks bisnis itu sendiri. Padahal segmen pasar dari ekonomi syariah cukup luas, baik itu untuk usaha perbankan maupun asuransi syariah. Dicontohkan, segmen pasar konvensional, meski tidak "mengenal" sistem syariah, namun potensinya cukup tinggi.
Mengenai implementasi etika bisnis tersebut, Rukmana mengakui beberapa pelaku usaha memang sudah ada yang mampu menerapkan etika bisnis tersebut. Namun, karena pemahaman dari masing-masing pelaku usaha mengenai etika bisnis berbeda-beda selama ini, maka implementasinyapun berbeda pula, Keberadaan etika dan moral pada diri seseorang atau sekelompok orang sangat tergantung pada kualitas sistem kemasyarakatan yang melingkupinya. Walaupun seseorang atau sekelompok orang dapat mencoba mengendalikan kualitas etika dan moral mereka, tetapi sebagai sebuah variabel yang sangat rentan terhadap pengaruh kualitas sistem kemasyarakatan, kualitas etika dan moral seseorang atau sekelompok orang sewaktu-waktu dapat berubah.
Baswir (2004) berpendapat bahwa pembicaraan mengenai etika dan moral bisnis sesungguhnya tidak terlalu relevan bagi Indonesia. Jangankan masalah etika dan moral, masalah tertib hukum pun masih belum banyak mendapat perhatian. Sebaliknya, justru sangat lumrah di negeri ini untuk menyimpulkan bahwa berbisnis sama artinya dengan menyiasati hukum. Akibatnya, para pebisnis di Indonesia tidak dapat lagi membedakan antara batas wilayah etika dan moral dengan wilayah hukum.
Wilayah etika dan moral adalah sebuah wilayah pertanggungjawaban pribadi. Sedangkan wilayah hukum adalah wilayah benar dan salah yang harus dipertanggungjawabkan di depan pengadilan. Akan tetapi memang itulah kesalahan kedua dalam memahami masalah etika dan moral di Indonesia. Pencampuradukan antara wilayah etika dan moral dengan wilayah hukum seringkali menyebabkan kebanyakan orang Indonesia 5 tidak bisa membedakan antara perbuatan yang semata-mata tidak sejalan dengan kaidah-kaidah etik dan moral, dengan perbuatan yang masuk kategori perbuatan melanggar hukum. Sebagai misal, sama sekali tidak dapat dibenarkan bila masalah korupsi masih didekati dari sudut etika dan moral. Karena masalah korupsi sudah jelas dasar hukumnya, maka masalah itu haruslah didekati secara hukum. Demikian halnya dengan masalah penggelapan pajak, pencemaran lingkungan, dan pelanggaran hak asasi manusia.

4.    PERKEMBANGAN ETIKA BISNIS
       Di akui bahwa sepanjang sejarah kegiatan perdagangan atau bisnis tidak pernah luput dari sorotan etika. Perhatian etika untuk bisnis dapat dikatakan seumur dengan bisnis itu sendiri.
Perbuatan menipu dalam bisnis , mengurangi timbangan atau takaran, berbohong merupakan contoh-contoh kongkrit adanya hubungan antara etika dan bisnis. Namun denikian bila menyimak etika bisnis sperti dikaji dan dipraktekan sekarang, tidak bisa disangkal bahwa terdapat fenomena baru dimana etika bisnis mendapat perhatian yang besar dan intensif sampai menjadi status sebagai bidang kajian ilmiah yang berdiri sendiri.
Masa etika bisnis menjadi fenomena global pada tahun 1990-an, etika bisnis telah menjadi fenomena global dan telah bersifat nasional, internasional dan global seperti bisnis itu sendiri.
Etika bisnis telah hadir di Amerika Latin , ASIA, Eropa Timur dan kawasan dunia lainnya. Di Jepang yang aktif melakukan kajian etika bisnis adalah institute of moralogy pada universitas Reitaku di Kashiwa-Shi. Di india etika bisnis dipraktekan oleh manajemen center of human values yang didirikan oleh dewan direksi dari indian institute of manajemen di Kalkutta tahun 1992.
Di indonesia sendiri pada beberape perguruan tinggi terutama pada program pascasarjana telah diajarkan mata kuliah etika isnis. Selain itu bermunculan pula organisasi-organisasi yang melakukan pengkajian khusus tentang etika bisnis misalnya lembaga studi dan pengembangan etika usaha indonesia (LSPEU Indonesia) di jakarta.

5.    ETIKA BISNIS DAN AKUNTAN
Dalam menjalankan profesinya seorang akuntan di Indonesia diatur oleh suatu kode etik profesi dengan nama kode etik Ikatan Akuntan Indonesia. Kode etik Ikatan Akuntan Indonesia merupakan tatanan etika dan prinsip moral yang memberikan pedoman kepada akuntan untuk berhubungan dengan klien, sesama anggota profesi dan juga dengan masyarakat.
Selain dengan kode etik akuntan juga merupakan alat atau sarana untuk klien, pemakai laporan keuangan atau masyarakat pada umumnya, tentang kualitas atau mutu jasa yang diberikannya karena melalui serangkaian pertimbangan etika sebagaimana yang diatur dalam kode etik profesi. Akuntansi sebagai profesi memiliki kewajiban untuk mengabaikan kepentingan pribadi dan mengikuti etika profesi yang telah ditetapkan.
Kewajiban akuntan sebagai profesional mempunyai tiga kewajiban yaitu; kompetensi,  objektif dan mengutamakan integritas.  Kasus enron, xerok, merck, vivendi universal dan bebarapa kasus serupa lainnya  telah membuktikan  bahwa etika sangat diperlukan dalam bisnis. Tanpa etika di dalam bisnis, maka perdaganan tidak akan berfungsi dengan baik. Kita harus mengakui bahwa akuntansi adalah bisnis, dan tanggung jawab utama dari bisnis adalah memaksimalkan keuntungan atau nilai shareholder. Tetapi kalau hal ini dilakukan tanpa memperhatikan etika, maka hasilnya sangat merugikan. Banyak orang yang menjalankan bisnis tetapi tetap berpandangan bahwa, bisnis tidak memerlukan etika.

Nama : Wahyu Rahmadi
NPM : 27211338
Kelas : 4EB08

Rabu, 04 Juni 2014

Bahasa Inggris Bisnis 2 (Tugas 3)

Most people work to earn a living, and produce goods and services. Goods are either agricultural (like maize), or manufactured (like cars). Services are such things as education, medicine, and commerce. Some people provide goods; some provide services. Other people provide both goods and services. For example, in the same garage a man may buy a car or some service which helps him maintain his car.
The work people do is called economic activity. All economic activities taken together make up the economic system of a town, a city, a country or a world. Such an economic system is the sum-total of what people do and what they want. The work people do either provides what they need or provides the money with which they can buy essential commodities. Of course, most people hope to have enough money to buy commodities and services which are non-essential but which provide some particular personal satisfaction, such as toys for children, visits to the cinema and books.
The science of economics is based upon the facts of our everyday lives. Economists study our everyday lives and the general life of our communities in order to understand the whole economic system of which we are part. They try to describe the facts of the economy in which we live, and to explain how it works. The economist’s methods should of course be strictly objective and scientific.
We need food, clothes and shelter. We probably would not go to work if we could satisfy these basic needs without working. But even when we have satisfied such basic needs, we may still want other other things, such as the toys, visits to the cinema and books mentioned above. Our lives might be more enjoyable if we had such things. Human beings undoubtedly have a wide and very complex range of wants. The science of economics is concerned with all our needs with desire to have a radio as well as the basic necessity of having enough food to eat. (Taken  form A Rapid Course in English for Students of Economics by Tom McArthur)


Question
  9.  What are our basic needs?
       Basically we need is food, clothing and shelter
10. What is the meaning of sentence “human beings undoubtedly have a wide and very 
    complex range of wants” (line 26 – 27).
    Man is basically can not solely rely on its own strength to achieve his life, 
    Humans need other humans. Humans certainly have the necessities of life that must be 
    met for survival, diverse needs and never feel satisfied. Human nature has always 
    wanted to improve and enhance the quality of life.


 Nama Kelompok
1. Destyani Eka Saputri
2. Lestari Wahyuni
3. Pebrika Limbong
4. Vini Afriani
5. Wahyu Rahmadi

Rabu, 30 April 2014

Bahasa Inggris Bisnis 2 (Tugas 2)

SUBJECT + VERB AGREEMENT

Pengertian Subject-Verb Agreement
Subject-verb agreement adalah persesuaian antara verb dengan subject dalam hal number, yaitu: singular (tunggal) atau plural (jamak). Subjek dapat berupanounpronoun, atau konstruksi lain yang berakting sebagai noun, seperti gerund daninfinitive. Pada dasarnya, singular subject (subjek tunggal) menggunakan singular verb (kata kerja tunggal), sedangkan plural subject (subjek jamak) menggunakan plural verb (kata kerja jamak).


Rumus
Contoh
Simple Present Tense
S + Verb 1
She go to school.
Singular
Singular Subject + Vs/es/ies
The boy plays football.
Plural
Plural Subject + Verb1
They play football.


Singular Ã  she/he/it menggunakan verb ies/es/is
Plural     Ã  they/we/i/you menggunakan verb 1
Contoh :
1. he go to school
    ( singular karena ada kata he dan verb dari kata go menggunakan tambahan kata es)
2. they play basketball
    ( plural karena ada kata they dan play nya menggunakan verb 1)

EACH AND EVERY 
Untuk kalimat yang diawali “ Each / Every “ diikuti dengan “ Singular Noun “ lalu “ Singular Verb “.
Each/Every + Singular Noun + Singular Verb
·         Each people in the world is different .
(people = singular noun, is = to be ) 
·         Every boy and girl is in here.
(boy and girl = sungular noun, is = singular verb )
Jika tidak ada “Verb” maka diganti dengan “ to be”

PREPOSITIONAL PHRASE
Untuk subjek yang dikuti “Prepositional Phrase”, maka untuk menentukan Verb-nya Singular / Plural itu ditentukan oleh Subjeknya
·         the historical book on that table is interesting.
(The historical = Singular Subject, is = Singular Verb )
·         The leather jackets on the cabinets are mine
(The leather = Plural Subject, are = Plural Verb )

GERUND
Jika “ Gerund “ sebagai Subjek, maka Verb-nya Singular.
·         Cooking cake is very fun.
(Cooking = gerund, is = singular verb )
·         Playing football is healthy
(Playing = gerund, is = singular verb )

SOME OF, A LOT OF, MOST OF, A HALF OF
Jika diikuti “Singular Noun”, maka Verb-nya  Singular .
Jika diikuti “Plural Noun”, maka Verb-nya Plural.
·         Some of student in this class is slacker.
(student  = Singular Noun, is = Singular Verb )
·         Most of our exam questions are very difficult.
(our exam questions = Plural Noun, are = Plural Verb )

ONE OF, EACH OF, EVERY ONE OF
Selalu diikuti “ Plural Noun” dan Verb-nya Singular.
·         One of my friends is singer.
(my friends = Plural Noun,  is = Singular Verb )
·         Each of my firends is different.
(my firends = Plural Noun, is = Singular Verb )

THE NUMBER OF , A NUMBER OF
The Number Of  diikuti “Plural Noun” kemudian “ Singular Verb”
A Number Of diikuti “ Plural Noun” kemudian “ Plural Verb”
·         The number of players football is eleven
(players football = Plural Noun, is = Singular Verb )
·         A number of students in this class are women.
(students = Plural Noun, are = Plural Verb )




Selasa, 01 April 2014

Bahasa Inggris Bisnis 2 (TUGAS 1)

Nama :Wahyu Rahmadi

NPM  : 27211338
Kelas  : 3EB08

Choose the best answer and give an explanation about your answer

1.      The large carotid artery ____ to the main parts of the brain.
a.       Carrying blood
b.      Blood is carried
c.       Carries blood
d.      Blood carries
Answer: C the sentence above lack of verb and adverb. So we choose answer C because ‘Carries’ is a verb and ‘Blood’ is the adverb
2.      Mark Twain _____ the years after the Civil War the “Gilded Age.”
(A) called
(B) calling
(C) he called
(D) his calls

Answer: A
the sentence above lack of verb (in past form), so we choose answer A which have subject in past form
3.      _____ radio as the first practical system of wireless telegraphy.
(A) Marconi’s development
(B) The development by Marconi
(C) Developing Marconi
(D) Marconi developed

Answer: D the sentence above lack of subject and verb. So we choose answer D because ‘Marconi’ is a subject and ‘Developed’ is a verb in passive form
4.      The earliest medicines _____ from plants of various sorts.
(A) obtaining
(B) they obtained
(C) were obtained
(D) they were obtained

Answer: C the sentence above lack of verb. So we choose answer C because ‘were obtained’ is a verb in passive form
5.      Pluto’s moon, Charon, _____ in a slightly elliptical path around the planet.
(A) moving
(B) is moving
(C) it was moving
(D) in its movement

Answer: B the sentence above lack of verb. So we choose answer because ‘is moving’ is a verb in present form
6.      Robert E. Lee ____ the Confederate army to General Grant in 1865 at the Appomattox Courthouse.
(A) surrendered
(B) he surrendered
(C) surrendering
(D) surrender

Answer: A the sentence above lack of verb. So we choose answer because ‘surrendered’ is a verb in past form
7.      In the Stone Age, stone tools _____ with other rock materials.
(A) polishing
(B) they polished
(C) for polish
(D) were polished

Answer: D The sentence above lack of verb, therefore we choose an answer which have verb. ‘Were polished’ (D) is a verb in passive voice
8.      The first steamship to cross the Atlantic ____ Savannah, in 1819.
(A) was the
(B) it was the
(C) the
(D) in it the

Answer: A the sentence above explain something that happened in a long time, so we can conclude that it is a past tense. In order to fill in the gap for the sentence above we need ‘to be’ (in past form) so we choose answer A, because it has ‘was’. And the ‘the’ is for the ‘Savannah’
9.      The first plant-like organisms probably _____ in the sea, perhaps 3 billion years ago.
(A) life
(B) living
(C) lived
(D) it was living

Answer: C The sentence above lack of verb in past form, therefore we choose answer C which has ‘lived’ 10.   Air near the equator ____ a faster west-to-east motion than air farther from the equator.
(A) to have
(B) it has
(C) has
(D) having
Answer: C The sentence above lack of verb (a helping verb or auxiliary verb), therefore we choose answer C which has ‘has’ as an auxiliary verb
11.  ____ quickly after an animal dies.(A) In the degradation of DNA(B) Degrading DNA(C) DNA degrades(D) For DNA to degrade
Answer: C The sentence above lack of subject and verb. So we choose answer C because ‘DNA’ is a subject and ‘degrades’ is a verb
12. _____ is famous as the home of the U.S. Naval Academy. (A) Annapolis (B) Because of Annapolis(C) Why Annapolis(D) Because Annapolis
Answer: A
The sentence above lack of subject. So we choose answer A because ‘Annapolis’ is the proper subject for that sentence
13.  _________ the deepest valleys and canyons on the Earth.    (A) In the Pacific Ocean with    (B) In the Pacific Ocean    (C) The Pacific Ocean    (D) The Pacific Ocean hasAnswer: D The sentence above lack of subject and (helping/auxiliary) verb. So we choose answer D because ‘The Pacific Ocean’ is a subject and ‘has’ is an auxiliary verb
14.  In the United States, the participation of females in the labor force              from 37 percent in 1965 to 51 percent in 1980.    (A) it jumped    (B) jump    (C) jumping    (D) jumpedAnswer: D The sentence above lack of verb in past form, therefore we choose answer D because ‘jumped’ is a verb in past form15. ______ the second most common metal in the earth’s crust, and it always occurs in combination with other substances.    (A) Iron    (B) Iron is    (C) With iron    (D) With iron isAnswer: B The sentence above lack of subject. So we choose answer A because ‘Iron’ is a subject16.  Although knives and forks _____ of prehistoric origin, spoons are relatively new.    (A) are    (B) they are    (C) are they    (D) which areAnswer: A the sentence above lack of (helping/auxiliary) verb. So we choose answer A because ‘Are’ is an auxiliary verb
17. ____ lived on Earth for nearly 150 million years.    (A) Dinosaurs    (B) Dinosaurs who    (C) If dinosaurs    (D) Since dinosaursAnswer: A the sentence above lack of subject. So we choose answer A because ‘Dinosaurs’ is a subject18. _____along most of its length into a supper chamber and a lower chamber.
    (A) The divided cochlea    (B) Dividing the cochlea    (C) The cochlea is divided    (D) With a divided cochlea
Answer: C the sentence above lack of subject and verb. So we choose answer C because ‘The Cochlea’ is a subject and ‘is divided’ is a verb in passive form19. When _____ the conference?    (A) the doctor attended    (B) did the doctor attend    (C) the doctor will attend    (D) the doctor’s attendance
Answer: B because it is the proper structure for question form in past tense
20. To Mike ____ was a big surprise.    (A) really    (B) the party    (C) funny    (D) whenAnswer: B The sentence above lack of object. So we choose answer B because ‘the party’ is an object for that sentence


Correct or incorrect, revise and give an explanation about the error and you answer
21. Each day practiced the piano for hours.
Incorrect → The sentence lack of subject and the verb supposed to be in present form because it is a repetitious action
22. The directions to the exercise on page twenty unclear.
Incorrect → we need to add ‘is’ so it becomes “The directions to the exercise on page twenty is unclear
23. During the week eat lunch in the school cafeteria. Incorrect → we should add subject after ‘the week’24. In the morning after concert was tired. Incorrect → The sentence lack of subject
25. During the meeting in the office discussed the schedule. Incorrect → the sentence lack of subject
26. Everyone must leaves the room immediately. Incorrect → although the sentence above has ‘Everyone’ as its (singular) subject but ‘must’ is a modal verb so you use ‘leave’ instead of ‘leaves’27. I could sat on the beach for hours. Incorrect → ‘Could’ is a modal verb, so we use ‘sit’ for the sentence above instead of ‘sat’28. She will asking you many difficult questions Incorrect → ‘Will’ is a modal verb. Use ‘Ask’ instead of ‘Asking’29. The new movie is receive good reviews. Incorrect → because the sentence is in progressive form so we should change the sentence into “The new movie is receiving good reviews”30. We took a new routes to the beach house. Incorrect → “we took a new routes” means there is only one new route, so use ‘route’ instead of ‘routes’
31. They helped she with the work.Incorrect → Use ‘Her’ instead of ‘She’ because the pronoun is the object of a sentence
32. Her and Bob came over to visit me.Incorrect → Use ‘She’ instead of ‘Her’ because the pronoun is the subject of a sentence
33. She lent it to you and I.
Incorrect → Use ‘You and me’ instead of ‘you and I’ because the pronoun is the object of the sentence
34. We offered she a place to stay.Incorrect → Use ‘Her’ instead of ‘She’ because the pronoun is the object of a sentence
35. The soup needs more salt because he does not taste very good.Incorrect → Use ‘It’ instead of ‘he’. The ‘it’ explains the ‘The soup’The soup needs more salt because it does not taste very good
36. The girls ran too fast and she fell down.Incorrect → the subject is singular so we don’t need use ‘S’ in the subject.
37. They sold the car to you and I.
Incorrect → Use ‘You and me’ instead of ‘you and I’ because the pronoun is the object of the sentence
38. I told his the truth, but he didn’t believe me.Incorrect → Use ‘Him’ instead of ‘His’ because the pronoun is the object of a sentence
39. You and she should look for they.Incorrect → Use ‘Them’ instead of ‘They’ because the pronoun is the object of a sentence
40. Martha was happy when she boss gave her a pay raise.Incorrect → Use ‘Her’ instead of ‘She’ because the pronoun is in a possessive form41. Just between our, I am not sure if we can trust them.Incorrect → Use ‘Us’ instead of ‘Them’ because the pronoun is the object of a sentence
42. The travelers lost our way in the storm.Incorrect → Use ‘Their’ instead of ‘Our’ because the pronoun is in a possessive form43. Please tell your brother that me need to talk to him.Incorrect → Use ‘I’ instead of ‘me’ because the pronoun is the subject of the sentence
44. The boy got the box and his opened it carefully.Incorrect  → Use ‘He’ instead of ‘his’ because the pronoun is the object of the sentence
45. If my friend calls, please ask them to call back later.
Correct46. Me and my friend are taking a trip.
Correct47. Our neighbors are going with you and I.
Incorrect → Use ‘You and me’ instead of ‘you and I’ because the pronoun is the object of the sentence
48. Ghea explained that her and her sister had often eaten at that restaurant.Incorrect → She and her sister49. The students are allowed to ask questions when she doesn't understand a problem.Incorrect → They50. Do you know Ben and her wife?
Correct!